PIRING TERBANG CATERING SOLO

Piring terbang bukanlah hal yang aneh di (catering Solo). Piring terbang merupakan salah satu konsep penyajian di catering Solo untuk acara seperti pernikahan dan berbagai jenis acara lainnya. Dinamakan piring terbang karena konsep penyajiannya yang cepat sehingga piring datang dan pergi dengan cepat seolah-olah seperti piring terbang. Kenapa catering Solo mengenal konsep piring terbang?

Bagi orang umum, konsep piring terbang mungkin dapat dianggap sebagai sesuatu hal yang tergesa-gesa seperti diburu waktu namun bagi masyarakat Solo konsep piring terbang ditujukan untuk kepraktisan. Berdasarkan sejarah, konsep piring terbang mulai diterapkan di daerah Solo pada tahun 80-an di mana jasa catering berkembang dengan pesat. Tradisi piring terbang ini berkembang di antara penyedia jasa catering Solo disebabkan untuk memberi layanan yang efektif dan efisien dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu, kapasitas ruang dan jumlah tamu yang diundang pada resepsi.

Berbeda dengan konsep prasmanan dimana tamu undangan berdiri untuk mengambil makanan yang telah disediakan, pada konsep penyajian piring terbang, tamu undangan hanya perlu duduk manis di bangku yang telah disediakan.

Jika acara telah tiba pada waktu untuk menyantap konsumsi yang telah disediakan, maka pramusaji akan keluar dan menghidangkan makanan dan minuman dalam ukuran porsi pada setiap tamu undangan. Layaknya konsep penyajian di barat, konsep penyajian piring terbang mengenal urutan makanan pembuka, makanan utama dan makanan penutup.

Pramusaji biasanya pertama-tama akan membawakan Anda minuman, camilan dan shop untuk anda nikmati. Setelah selesai, piring anda akan diambil dan pramusaji akan mengantarkan menu makanan baru berupa nasi beserta lauk pauknya untuk Anda santap sebagai menu utama.

Setelah para tamu undangan selesai menyantap menu utama maka pramusaji akan mengeluarkan makanan penutup yang biasanya berupa es buah atau makanan manis lainnya. Jika makanan penutup telah keluar maka itu merupakan tanda bagi para tamu undangan bahwa acara telah selesai. Bagi masyarakat yang tidak terbiasa dengan konsep ini, mungkin akan terkesan terburu-buru sebab tamu undangan akan pulang secara bersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *